3 Hal Olahraga Untuk Ibu Hamil

Perempuan yang tetap berolahraga di saat hamil tak hanya membantu dirinya sendiri, tapi juga bayi di dalam kandungannya.

Disebutkan, bayi yang baru lahir dari rahim ibu yang berolahraga ketika hamil, memiliki fungsi jantung yang lebih baik.

Selain itu, bayi tersebut juga mampu melewati tahapan pergerakannya lebih cepat dibandingkan bayi lain, dengan ibu yang tak berolahraga.

Berikut ini adalah tiga pertanyaan yang kerap muncul terkait dengan aktivitas olahraga bagi ibu hamil.

1. Olahraga macam apa yang baik bagi ibu hamil?

ACOG merekomendasikan agar mereka yang hamil tetap aktif bergerak, dengan cara berjalan, berenang, atau pun olaharaga air lainnya. Bisa juga melakukan sepeda statis, dan memodifikasi gerakan yoga serta pilates.

2. Adakah olahraga yang wajib dihindari?

Menjauhlah dari olahraga yang memungkinkan terjadinya cedera pada ibu dan janin, jika terjatuh. Misalnya, aktivitas seperti skydiving, scuba diving, dan bermain ski. ACOG merekomendasikan untuk tak melakukan olahraga dengan kontak fisik, yang mungkin bisa mengenai perut. Misalnya, olahraga sepakbola atau bola basket, atau pun yoga dan pilates yang berat, yang mungkin membuat ibu hamil sangat kelelahan.

3. Adakah alasan untuk tidak berolahraga ketika hamil?

Setiap perempuan seharusnya berkonsultasi dengan bidan atau dokter kandungan tentang jenis dan jumlah olahraga yang harus mereka lakukan saat hamil. Wanita yang berisiko tinggi untuk persalinan prematur atau yang memiliki anemia berat, tekanan darah tinggi, tak boleh berolahraga ketika hamil. Demikian pula dengan mereka yang mengalami plasenta previa setelah 26 minggu kehamilan, insufisiensi serviks, dan beberapa jenis penyakit jantung dan paru-paru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *